Pengalaman Pedagogi
latar: di ruang keluarga rumah
Topik : membedakan uang palsu dan asli
Ketika mama dan uti menonton tv , mama di kejutkan
dengan isi berita dimana seorang penjual jamu mengaku kalau uang yang baru ia terima dari pelanggannya adalah uang palsu, lalu mama memberitahukan ke uti tentang
informasi mengenai maraknya uang palsu yang beredar, namunmuti yang masih polos *polosnya sampe sekarang* dan llugu tidak memahami perbedaan uang asli dan uang palsu. Maka dari itu mama perlahan-lahan memberikan penjelasan perbedaan antara uang asli dan uang palsu.
Mama : nak liat tu banyak uang palsu
Uti : kenapa ma?
Mama : karna ada orang jahat nak
Uti : ooh
Mama : mama mau ngasi tau uti bagaimana cara membedakan uang asli dan uang palsu
Uti : Bagaimana ma?
Mama : Pertama kalian harus melihat
uangnya (sambil memperhatikan selembar uang 50.000), pertama dilihat ada benang gak di uangnya. kedua diraba, permukaannya kasar atau engga. Nah yang terakhir juga uti harus menerawang uang tersebut, apakah ada bayangan yang muncul.
Uti : ooooh *mengangguk*
Mama : kan ada lagu nya nak, dilihat diraba diterawang *menyanyi seperti iklan masyarakat*
Uti : dilihat diraba diterawang *ikut bernyanyi*
Dari pengalaman uti diatas merupakan contoh dari
pedagogi, dapat di gambarkan bagaimana seorang mama mempraktekanlangsung bagaimana membedakan uang asli dengan uang palsu. Dalam pedagogi penerima informasi (uti) bersifat pasif sementara si penyampai informasi (mama) bersifat aktif. Uti hanya duduk
mendengarkan informasi yang diberikan oleh mama
(penyampai informasi).
Contoh pengalaman andragogi :
Latar : riau - medan
Topik : mengelola uang jajan per bulan
Mama memberikan uang jajan kepada putri sebesar Rp.1.200.000,- setiap awal bulan , putri yang kuliah di luar kota (fakultas psikologi USU lebih tepatnya). Biasanya uang jajan sebesar Rp. 1.200.000,- tersebut cukup untuk satu bulan. Nah bulan ini putri nelfon mama untuk melapor bahwa uang jajannya putri telah habis padahal masih pertengahan bulan. Kemudian mama menasehati putri untuk bisa mengatur uang jajan sendiri agar cukup sampai satu bulan. Bulan berikutnya mama tidak memberikan uang jajan lebih lagi bila pertengahan bulan sudah habis. apa yang dilakukan mama kepada putri ini adalah contoh andragogi, dimana anak diberikan tanggung jawab untuk mengelola uang jajannya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar